Media Sosial dalam Pemilu

Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu

Tak bisa dipungkiri, di zaman yang serba teknologi ini banyak sekali pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Manusia dapat melakukan banyak hal dengan lebih mudah dan instan. Apalagi sejak adanya internet, kita dapat dengan mudah mendapatkan banyak informasi dari berbagai media sosial. Tak hanya informasi, kita juga dapat melakukan komunikasi dengan keluarga dan teman yang berada jauh dari kita. Selain itu, banyak juga orang-orang yang memanfaatkan media sosial sebagai lahan mencari uang. Dengan memaksimalkan skill yang kita miliki, kita bisa mendapatkan uang dari media sosial. Mulai dari mengembangkan blog, website, jual beli online, dan masih banyak lagi. Apalagi banyak sekali orang yang menggunakan media sosial dari berbagi kelompok umur dan dari berbagai kalangan mulai dari rakyat biasa hingga para pejabat pemerintah. Hal ini membuat media sosial juga memiliki andil dalam dunia politik, termasuk saat pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu.

Banyaknya pengguna media sosial membuat banyak calon pejabat juga tertarik untuk memanfaatkannya sebagai salah satu cara untuk menarik simpati masyarakat. Para pelaku politik tersebut mencoba untuk menunjukkan apa yang akan mereka lakukan jika mereka nantinya duduk di kursi pemerintahan. Banyak yang menganggap media sosial ini lebih efektif untuk dijadikan tempat menarik simpati masyarakat. Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk komunikasi dua arah. Artinya, para calon pejabat ini bisa melakukan komunikasi dengan masyarakat. Mereka bisa lebih mudah dalam menyampaikan visi misinya. Disitu mereka akan tahu tanggapan yang diberikan oleh masyarakat mengenai visi misinya.

Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu

Kemudian, dengan berbagai fasilitas yang ada di media sosial, masyarakat juga bisa dengan mudah menyampaikan aspirasinya dengan mengirim pesan melalui kolom komentar akun dari para calon pejabat. Hanya dengan mengetik, masyarakat sudah bisa menyampaikan pesan kepada calon pejabat tersebut. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah menggunakan haknya untuk menyuarakan pendapat. Dengan begitu, para calon pejabat juga akan mengetahui apa sebenarnya program yang diinginkan oleh masyarakat. Tak heran jika banyak pejabat yang terpilih adalah mereka yang aktif dalam media sosial dibandingkan yang tidak aktif dalam media sosial. Masyarakat menganggap para pejabat tersebut lebih memerhatikan masyarakat. Namun, tidak semua pengguna media sosial dapat menggunakannya dengan benar. Sering ada oknum yang tidak suka dengan pejabat tersebut, sehingga mereka memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan isu-isu yang tidak benar agar pejabat yang mereka dukung bisa meraih kemenangan dalam pemilu. Jika semua anggota https://multibet88pro.com gampang percaya dengan hal ini, maka mereka akan gampang dipengaruhi hatinya dalam menentukan pilihan saat menggunakan hak mereka untuk memilih.

Dari ulasan di atas, kita dapat belajar bahwa kita harus berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial. Kita tidak boleh cepat percaya terhadap suatu isu sebelum isu tersebut terbukti kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *